UlasanAnime.com — Kita semua tahu kalau genre Isekai itu sudah kayak kacang goreng di dunia anime. Ada yang gurih banget, tapi ada juga yang alot dan hambar. Nah, kali ini mimin bakal bahas Tensei Kenja no Isekai Life: Dai-2 no Shokugyou wo Ete, Sekai Saikyou ni Narimashita atau singkatnya My Isekai Life.


Jujur sih, dari awal nonton, mimin sudah ngerasa ada yang aneh. Kalau biasanya anime isekai bikin kita semangat pengen ikut masuk ke dunianya, yang satu ini malah bikin kita pengen balik ke dunia nyata buat lanjutin kerjaan kantor. Anime ini bener-bener berani tampil beda, tapi sayangnya dalam artian yang kurang positif.
Plot: Langsung Gas Tanpa Pemanasan (dan Tanpa Arah)
Bayangin deh, baru mulai episode satu, kita langsung dilempar ke tengah antah berantah. Si karakter utama, Yuuji, sudah dalam kondisi overpowered (OP). Dia sudah punya pasukan slime, seekor serigala, dan dryad. Penjelasan gimana dia bisa sampai di sana? Cuma dikasih kilas balik 20 detik yang bener-bener minimalis.
Gak cuma itu, alurnya kerasa banget kayak Yuuji cuma lagi jalan-jalan santai sambil ngerjain side quest yang nggak penting-penting amat. Ada sih cerita soal sekte jahat di latar belakang, tapi pengemasannya buruk banget. Kita nggak dikasih tahu apa motivasi musuhnya, tiba-tiba muncul, tiba-tiba kalah. Relate banget sama perasaan pas kita main game tapi langsung pake cheat level maksimal; hambar dan nggak ada tantangannya.
Logika Kekuatan yang Bikin Garuk Kepala
Nah, yang paling bikin mimin bingung adalah sistem kekuatannya. Di layar sering muncul menu ala game yang nampilin MP (Magic Points). Tapi anehnya, pas MP Yuuji habis sampai angka minus, dia tetep bisa spam sihir pakai HP-nya. Biaya sihirnya pun nggak konsisten; kadang satu mantra nguras banyak MP, kadang dia bisa spam sihir level dewa tapi MP-nya cuma berkurang dikit.
Ketegangan? Jangan harap ada di sini. Kita sudah tahu Yuuji pasti menang tanpa keringat. Nggak ada kreativitas dalam bertarung. Dia cuma perlu narik sihir dari menu, dar-der-dor, musuh mati. Bikin baper saking kasihannya sama musuh yang bahkan nggak sempet pamer jurus andalan.
Karakter: Yuuji dan Pasukan Slime yang Lebih Hidup
Bicara soal karakter, Yuuji ini bisa dibilang salah satu protagonis paling membosankan yang pernah mimin temuin. Dia itu hampa, tanpa ekspresi, dan seolah nggak punya jiwa. Oke, kita tahu ada karakter dingin yang keren kayak Ayanokouji dari Classroom of the Elite, tapi Yuuji itu beda. Dia bukan dingin yang misterius, dia cuma… kosong.
-
Yuuji: Karakter utama yang mukanya datar kayak kertas A4. Nggak ada perkembangan karakter, nggak ada emosi pas nolong orang, pokoknya lempeng aja.
-
Para Monster: Lucunya, justru para monster peliharaannya yang punya kepribadian lebih kuat! Pasukan slime-nya meskipun wajahnya mirip semua, tapi interaksinya lucu. Terus ada Proud Wolf, serigala penakut yang pelan-pelan belajar jadi berani. Malah mereka yang jadi penyelamat biar kita nggak ketiduran pas nonton.
-
Villain & Karakter Sampingan: Kebanyakan cuma numpang lewat. Muncul di satu kota, Yuuji pergi, terus mereka dilupakan. Final boss-nya pun cuma butuh satu episode buat dikalahin. Benar-benar nggak ada kesan mendalam sama sekali.
Visual dan Animasi: “Bare Bone” alias Minimalis Banget
Diproduksi oleh Studio Revoroot, visual My Isekai Life bisa dibilang ada di level bawah standar. Biasanya, studio bakal jor-joran di episode pertama buat narik penonton, tapi di sini efek sihirnya pun kelihatan kusam dan nggak dipoles.
Desain karakter Yuuji sendiri bener-bener kayak klon Kirito tapi versi low budget. Bajunya nggak ada keren-kerennya, dan karena dia “tak punya emosi”, animatornya jadi jarang gambar gerak bibir atau ekspresi wajah. Pertarungannya pun banyak pake trik kamera close-up buat nutupin kurangnya koreografi. Jadi jangan kaget kalau tiba-tiba kamera nge-zoom, terus musuhnya sudah bolong aja badannya.
Sound: Musik Generik yang Gampang Dilupakan
Lagu pembuka (OP) dan penutup (ED)-nya sebenarnya lumayan, tapi nggak spesial. Lagu penutupnya memang imut karena nampilin para slime, tapi ya cuma sebatas itu.
-
BGM: Musik latarnya tipikal anime isekai budget rendah. Ada beberapa musik rock pas bertarung yang lumayan oke, tapi sisanya bener-bener generik.
-
Voice Acting: Mimin kasihan sama pengisi suaranya, Kobayashi-san. Dia itu seiyuu hebat (pernah ngisi di Tomodachi Game), tapi di sini dia dipaksa buat ngomong datar dan monoton sepanjang waktu. Jujur, mimin jauh lebih suka dengerin suara para slime atau serigalanya yang lebih ekspresif.
Kesimpulan
My Isekai Life adalah contoh anime isekai yang dibuat seadanya buat menuhin kuota musim. Cerita yang nggak terarah, karakter utama yang hambar, dan kualitas produksi yang minim bikin anime ini sulit buat dinikmati kalau kamu cari sesuatu yang berkualitas.
Satu-satunya yang bikin anime ini layak tonton mungkin cuma tingkah lucu para slime-nya. Kalau kamu bener-bener nggak ada kerjaan dan pengen nonton sesuatu yang nggak perlu mikir sama sekali (literally 0% pikiran), silakan dicoba. Tapi kalau kamu punya daftar tontonan lain, mending skip yang satu ini.
Final Score: 4/10
Gimana menurut kalian, Nakama? Apakah kalian setuju kalau MC isekai itu harus punya sedikit “jiwa” meskipun dia kuat banget? Atau kalian malah suka karakter yang super datar kayak Yuuji? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!
Jangan lupa pantengin terus UlasanAnime.com buat update review jujur (dan kadang pedas) lainnya! Sampai jumpa di ulasan berikutnya!
—✍️ Ditulis oleh Ulasan Otaku
Ulasan Otaku adalah penulis yang fokus membahas review, teori, dan fakta menarik seputar dunia anime








![SSSS.Gridman: Is This Anime Worth Your Time? [Spoiler-Free Review]](https://ulasananime.com/wp-content/uploads/2026/04/ssssgridman-is-this-anime-worth-your-time-spoiler-free-review-39797-1024x666.jpg)
![Cardcaptor Sakura Clear Card: Is It Worth the Hype? [Spoiler-Free Review]](https://ulasananime.com/wp-content/uploads/2026/04/cardcaptor-sakura-clear-card-is-it-worth-the-hype-spoiler-free-review-46952-1024x561.jpg)
![Kokkoku: Is This Anime Worth Your Time? [Spoiler-Free Review]](https://ulasananime.com/wp-content/uploads/2026/04/kokkoku-is-this-anime-worth-your-time-spoiler-free-review-13325-1024x561.jpg)


![Fire Force Anime Review: Is It Worth Watching? [Spoiler-Free]](https://ulasananime.com/wp-content/uploads/2026/04/fire-force-anime-review-is-it-worth-watching-spoiler-free-15892-1024x683.jpg)
![Gundam 00: Is This Mecha Masterpiece Worth Your Time? [Spoiler-Free Review]](https://ulasananime.com/wp-content/uploads/2026/04/gundam-00-is-this-mecha-masterpiece-worth-your-time-spoiler-free-review-93437-1024x640.jpg)
![Sword Art Online: Gun Gale Online - Is it Worth Watching? [Spoiler-Free Review]](https://ulasananime.com/wp-content/uploads/2026/04/sword-art-online-gun-gale-online-is-it-worth-watching-spoiler-free-review-47104-1024x576.jpg)




