Review Isekai Yakkyoku: Dokter Modern Guncang Dunia Fantasi!

UlasanAnime.com — Kalau kamu sering baca ulasan mimin, kamu pasti tahu kalau mimin punya titik lemah buat anime Isekai yang punya twist unik. Entah itu soal bikin buku, manajemen bisnis, atau ngurus negara. Nah, Isekai Yakkyoku (Parallel World Pharmacy) masuk ke kategori elit ini dengan premis yang bener-bener segar di tengah gempuran anime “harem” atau “balas dendam” yang mulai ngebosenin.

crunchyroll.com/parallel-world-pharmacy
crunchyroll.com/parallel-world-pharmacy
crunchyroll.com/parallel-world-pharmacy

Anime ini bercerita tentang seorang peneliti medis abad ke-21 yang meninggal karena kelelahan kerja (overwork). Tragisnya, dia meninggal saat sedang berjuang mencari obat untuk penyakit yang merenggut nyawa adik perempuannya. Dia kemudian bereinkarnasi ke tubuh Farma de Medicis, seorang bocah di dunia fantasi yang suasananya mirip era kolonial Eropa, lengkap dengan segala keterbatasan medisnya.

Plot: Revolusi Medis di Tengah Kebodohan Zaman

Farma nggak cuma bawa otak jeniusnya, tapi dia juga diberkati tanda “Panactheos” atau dewa pengobatan. Dia punya kemampuan gila: bisa mendiagnosis penyakit cuma dengan satu mata, menciptakan atau menghancurkan zat kimia lewat tangannya, dan punya mana yang luar biasa besar. Ayahnya sendiri adalah tabib kerajaan yang sangat dihormati.

Jujur sih, sulit buat nggak ngebandingin anime ini sama Ascendance of a Bookworm. Keduanya punya kemiripan pola: orang modern terjebak di dunia masa lalu yang teknologinya ketinggalan zaman. Bedanya, kalau Myne fokus ke literasi, Farma fokus ke nyawa manusia. Meski mimin ngerasa Bookworm punya penulisan cerita yang sedikit lebih rapi, Isekai Yakkyoku menang telak di bagian detail teknis yang bikin kita ngerasa pinter setelah nonton.

Momentum yang Pas Banget dengan Kondisi Dunia

Gak cuma itu, kehadiran anime ini terasa pas banget mengingat dunia kita baru aja melewati pandemi. Isekai Yakkyoku ngebahas banyak hal yang sekarang kita anggap umum tapi dulu dianggap sihir: pentingnya pakai masker, cuci tangan, keberadaan bakteri, sampai cara bikin obat TBC (tuberculosis).

Hebatnya, anime ini berhasil nyeimbangin antara penjelasan medis yang berbobot sama hiburan yang seru. Kamu nggak perlu gelar PhD buat paham apa yang diomongin Farma. Yang bikin geregetan adalah gimana Farma harus berhadapan sama dokter-dokter bangsawan kolot yang ngerasa ilmu Farma itu sesat. Tekanan politik dan persaingan bisnis ini bikin ceritanya punya tensi yang enak buat diikuti.

Karakter: Fokus pada Tujuan, Bukan Drama Berlebihan

Isekai Yakkyoku adalah tipe anime yang lebih fokus ke alur cerita daripada perkembangan karakter yang mendalam. Meski begitu, jajaran pemainnya sangat menyenangkan buat diikuti.

  • Farma de Medicis: Protagonis kita adalah definisi dokter ideal. Dia baik hati dan teguh sama sumpah dokter buat bantuin siapa pun tanpa mandang kasta atau ras. Motivasi pribadinya buat ngelindungi adik tirinya sebagai “penebusan” atas adiknya di kehidupan lama bener-bener bikin baper.

  • Bruno & Beatrice (Orang Tua Farma): Awalnya mimin ngira ayahnya bakal jadi penghalang, tapi ternyata Bruno adalah sosok ayah yang hebat. Dia sadar kalau anaknya jauh lebih hebat darinya dan dukung penuh bisnis apotek Farma, bahkan sampe nyamar pas apotek Farma lagi sepi pelanggan. Momen ini relate banget sama dukungan orang tua di dunia nyata.

  • Eleonore & Charlotte: Dua pendukung setia Farma. Eleonore awalnya takut sama kekuatan Farma yang nggak punya bayangan (tanda dia bukan manusia biasa), tapi akhirnya jadi asisten yang loyal banget.

Satu-satunya kekurangan di bagian karakter adalah villain utamanya yang muncul di akhir cerita. Dia berasa muncul tiba-tiba tanpa perkenalan yang kuat, jadi pas dia kalah, mimin ngerasa “Oh, gitu doang?”. Untungnya, rivalitas sama serikat apoteker kolot jauh lebih menarik daripada musuh terakhirnya.

Visual dan Animasi: Simpel tapi Fungsional

Harus diakui, Isekai Yakkyoku bukan anime dengan budget triliunan ala MAPPA atau Ufotable. Studio Diomedea ngebawain kualitas yang stabil tapi nggak luar biasa. Visualnya “bersih” dan enak dilihat, mirip sama karya mereka sebelumnya, The Saint’s Magic Power is Omnipotent.

Desain karakternya sedikit generik, tapi desain karakter seperti Ratu Elisabeth II kerasa punya wibawa yang beda. Karena anime ini isinya kebanyakan orang ngobrol dan diagnosa, nggak banyak adegan aksi yang intens. Tapi, pas bagian Farma lagi ngeracun atau pake sihir, animasinya lumayan oke dan cukup memanjakan mata.

Sound: Atmosfer Klasik yang Elegan

Lagu pembukanya mungkin kedengeran standar buat mimin, tapi lagu penutupnya? Wah, itu lagu mellow yang enak banget buat didengerin sambil merenung.

  • Background Music: Penggunaan instrumen piano dan alat musik gesek bener-bener ngebangun suasana era kerajaan. Pas adegan Farma lagi ngeracik obat, musiknya berubah jadi misterius dan magis, bikin kita ikutan tegang nunggu hasilnya.

  • Voice Acting: Akting suaranya solid banget. Para seiyuu senior berhasil ngebawain karakter bangsawan dengan gaya bicara yang berwibawa. Suara Farma juga kedengeran pas; antara anak kecil tapi punya kebijaksanaan orang dewasa.


Kesimpulan

Isekai Yakkyoku adalah tontonan yang sangat memuaskan buat kamu yang nyari anime Isekai dengan bobot edukasi tinggi. Meskipun kualitas produksinya standar, kekuatan ceritanya dalam ngebahas dunia medis dan sosiopolitik zaman dulu bener-bener bikin anime ini stand out.

Ini adalah bukti kalau “kekuatan” di dunia lain nggak harus selalu soal pedang besar atau sihir penghancur, tapi bisa juga berupa resep obat dan niat tulus buat nyelamatin nyawa. Anime ini wajib masuk watchlist kamu, terutama kalau kamu suka cerita perjuangan ngebangun bisnis dari nol di tengah lingkungan yang skeptis.

Final Score: 7/10

Gimana menurut kamu, Nakama? Kalau kamu terlempar ke dunia fantasi, pengetahuan modern apa yang bakal kamu pakai buat bertahan hidup? Masak-masak, pertukangan, atau malah pengen jadi apoteker kayak Farma? Tulis pendapat kamu di kolom komentar ya!

Jangan lupa pantau terus UlasanAnime.com buat dapetin update review anime terbaru, info waifu/husbu musiman, dan berita seru lainnya seputar dunia jejepangan! Sampai jumpa di ulasan berikutnya!

—✍️ Ditulis oleh Ulasan Otaku
Ulasan Otaku adalah penulis yang fokus membahas review, teori, dan fakta menarik seputar dunia anime

Baca Juga:

Site Icon
Muhammad Suyou

Muhammad Suyou adalah penulis dan pengulas anime yang telah mengikuti perkembangan industri anime selama lebih dari 8 tahun. Telah menonton ratusan judul dari berbagai genre, dengan fokus pada analisis cerita, karakter, dan pesan yang disampaikan dalam setiap anime. Melalui UlasanAnime.com, ia membagikan review, analisis mendalam, serta rekomendasi anime berdasarkan pengalaman menonton secara langsung, dengan tujuan membantu pembaca menemukan tontonan terbaik sesuai preferensi mereka.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top