UlasanAnime.com — Kalau kamu merasa sudah bosan sama genre isekai yang rumusnya cuma ditabrak truk, dapet kekuatan overpowered, terus bikin harem, berarti kamu harus banget nonton Isekai Ojisan. Jujur sih, nyebut anime ini sebagai “Isekai” itu agak kurang tepat, karena ceritanya justru dimulai pas petualangan di dunia fantasinya sudah selesai.


Bayangin deh, kamu punya paman yang koma selama 17 tahun sejak tahun 2000. Begitu dia bangun di tahun 2017, dia tiba-tiba bisa sihir dan ngaku kalau dia habis balik dari dunia lain bernama Bahamar. Bukannya jadi pahlawan legendaris yang dipuja-puja, si Paman malah jadi pengangguran yang hobi main game retro dan jago ngedit video buat jadi YouTuber. Konsepnya fresh banget, kan?
Plot: Kejutan Budaya Sang Legenda SEGA
Alur ceritanya unik banget karena terbagi dua: dunia nyata dan dunia fantasi. Di dunia nyata, kita ngikutin keseharian si Paman bareng keponakannya, Takafumi, dan temen masa kecilnya, Fujimiya. Mereka sering nonton “rekaman ulang” ingatan si Paman selama di isekai lewat layar sihir.
Nah, di sinilah letak komedinya. Si Paman ini adalah fanatik garis keras SEGA. Momen pas dia tahu kalau SEGA sudah nggak produksi konsol lagi dan kalah saing sama Nintendo/Sony itu bener-bener bikin baper sekaligus ngakak. Dia bahkan sampai mau menghapus ingatannya sendiri saking sedihnya!
Kegagalan Paman Memahami Fenomena “Tsundere”
Salah satu poin paling lucu adalah fakta kalau si Paman berangkat ke isekai tahun 2000, era di mana istilah “Tsundere” belum populer. Akibatnya, ada seorang Elf cantik yang saking sukanya sama si Paman selalu bertingkah galak (tapi perhatian).
Bukannya baper, si Paman malah nganggep si Elf itu tukang palak atau orang jahat yang punya gangguan mental. Takafumi yang nonton ingatan itu cuma bisa tepok jidat sambil teriak, “Itu dia suka sama lu, Paman!”. Ketidakpekaan si Paman ini bener-bener relate banget buat kita yang suka gregetan liat karakter anime yang nggak peka.
Karakter: Bukan Sekadar Protagonis “Ganteng”
Karakter di anime ini nggak punya perkembangan yang luar biasa hebat, tapi kepribadian mereka bener-bener kuat dan berkesan.
-
Si Paman (Ojisan): Penampilannya nggak ganteng sama sekali. Bahkan di dunia isekai, dia sering dikira Orc karena wajahnya yang dianggap “jelek” menurut standar penduduk sana. Tapi, si Paman ini punya prinsip hidup yang keren: dia nggak peduli omongan orang dan cuma mau menikmati hidup dengan main game. Karakter yang sangat “manusiawi” buat para gamer.
-
Takafumi: Keponakan yang awalnya mau manfaatin si Paman buat dapet duit dari YouTube, tapi akhirnya malah jadi fans nomor satu cerita petualangan pamannya. Reaksi dia yang selalu histeris tiap kali pamannya ngelakuin hal bodoh di isekai itu juara banget.
-
Elf (Sui): Sang heroine utama di masa lalu paman. Dia cantik, kuat, dan tsundere level akut. Sayangnya, dia harus berurusan sama laki-laki paling nggak peka di dua dunia. Perjuangan dia buat narik perhatian si Paman itu bener-bener bikin gemes!
-
Mabel: Pengguna pedang es legendaris yang malah jadi pengangguran (NEET) gara-gara paman mengalahkan monster yang harusnya dia lawan. Dinamika paman ngerusak jalan hidup orang ini bener-bener komedi gelap yang segar.
Visual & Animasi: Gaya Retro yang Unik
Bicara soal visual, studio AtelierPontdarc memang masih pemain baru, tapi mereka berhasil ngebawa gaya seni yang unik. Gambarnya mungkin nggak sehalus Mushoku Tensei, tapi gaya “jelek” si Paman dan ekspresi wajah yang berlebihan justru jadi kekuatan utamanya.
Penggunaan efek visual ala layar TV jadul (CRT) saat nampilin ingatan isekai itu detail kecil yang manis banget. Meskipun animasi pertarungannya terhitung standar dan banyak pakai trik kamera buat nutupin keterbatasan budget, tapi semua itu terbayar sama desain karakter yang konsisten dan ekspresi komedi yang pas banget.
Sound: Nostalgia Era 16-Bit
Lagu pembukanya sangat enerjik dengan animasi pixel art yang bikin kita kangen zaman Game Boy atau Mega Drive. Musik latarnya juga banyak pakai instrumen yang mirip lagu-lagu JRPG jadul, bikin suasana petualangan paman kerasa sangat retro.
Pengisian suaranya juga top-notch! Suara paman bener-bener kedengeran kayak om-om berumur yang lelah sama kehidupan, tapi bisa berubah jadi semangat banget kalau sudah bahas Sonic atau SEGA. Suara si Elf yang diisi oleh pengisi suara Asuna (Sword Art Online) juga sukses ngebawa emosi tsundere yang sempurna.
Kesimpulan
Isekai Ojisan adalah parodi genre isekai paling jenius yang pernah ada. Anime ini nggak cuma jual komedi, tapi juga bawa pesan kalau menjadi diri sendiri dan setia sama hobi (meskipun dianggap aneh orang lain) itu adalah hal yang hebat.
Kalau kamu tumbuh besar dengan konsol game jadul atau sekadar pengen ketawa lepas liat nasib paman yang selalu apes dalam percintaan, anime ini wajib masuk watchlist. Meskipun produksinya sempat terkendala jadwal tayang, tapi kualitas komedinya tetep konsisten sampai akhir.
Rating Akhir: 8/10
Nah, kalau kamu yang tiba-tiba koma terus bangun 17 tahun lagi, apa hal pertama yang bakal bikin kamu syok? Apakah fakta kalau konsol favoritmu sudah nggak ada, atau harga kuota internet yang makin mahal? Tulis pendapat kamu di kolom komentar ya!
Jangan lupa pantau terus UlasanAnime.com buat dapetin update review anime terbaru, nostalgia game retro, dan ulasan-ulasan anti-mainstream lainnya. Sampai jumpa di ulasan berikutnya!
—✍️ Ditulis oleh Ulasan Otaku
Ulasan Otaku adalah penulis yang fokus membahas review, teori, dan fakta menarik seputar dunia anime
