UlasanAnime.com – Seri anime “The Demon King’s Daughter Is Too Kind!!” menawarkan sebuah cerita yang berpusat pada Doux, putri Raja Iblis Ahriman, yang memiliki sifat terlalu baik untuk menjadi penerus takhta iblis yang menakutkan.

Sang Raja Iblis merasa cemas karena putrinya tidak memiliki sifat kejam yang seharusnya dimiliki oleh seorang iblis. Untuk mengatasi hal ini, Ahriman meminta bantuan Jahi, salah satu bawahannya, untuk mendidik Doux agar menjadi “gadis kecil yang jahat”.
Namun, dalam setiap usahanya, Doux selalu berhasil mengubah situasi menjadi sesuatu yang baik. Ia menggunakan mantra boneka untuk menghibur seorang wanita tua yang kesepian, membantu anak-anak budak manusia menulis surat kepada Sinterklas, dan bahkan secara tidak sengaja mengalahkan musuh dengan apel beracun yang ditujukan untuk manusia. Setiap tindakannya membawa kebaikan, yang selalu membuat Jahi putus asa.
Salah satu aspek paling menarik dari seri ini adalah kontradiksi antara apa yang Ahriman katakan ingin ia capai dan apa yang sebenarnya ia inginkan untuk putrinya. Jelas terlihat bahwa Ahriman sangat menyayangi Doux, terlepas dari sifatnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah ia benar-benar iblis yang jahat.
Meskipun ia tetap seorang raja iblis yang memiliki budak dan baru saja memenangkan perang, Ahriman juga digambarkan sebagai ayah yang penyayang. Karakterisasi Ahriman membuka peluang bagi karakter lain untuk tidak hanya menjadi stereotip belaka. Semua karakter dalam seri ini memiliki campuran sifat baik dan buruk, kecuali Doux yang memang dijelaskan alasannya di episode sebelas.
Meskipun tidak ada pengembangan karakter yang mendalam, kesediaan seri ini untuk menampilkan nuansa abu-abu membantu keberhasilannya. Namun, seri ini pada dasarnya hanya memiliki satu lelucon utama: Jahi berusaha menjadikan Doux jahat, namun Doux selalu melakukan kebaikan.
Setiap episode juga menampilkan lagu yang dibuat oleh Doux sendiri saat ia menjalani harinya. Meskipun beberapa penonton mungkin merasa lagu-lagu ini mengganggu, hal ini justru terasa seperti penggambaran realistis dari anak kecil yang suka menciptakan lagu. Namun, lelucon lagu ini menjadi sedikit monoton seiring berjalannya seri, dan plot terasa terbatas dalam memberikan tugas-tugas yang bisa disalahartikan oleh Doux.
Perkembangan Jahi dalam memahami Doux menjadi poin yang lebih berhasil. Seiring berjalannya seri, Jahi bertransformasi dari seorang yang militan dalam menjadikan Doux jahat menjadi penerimaan bahwa Doux akan tetap menjadi dirinya sendiri. Perjalanan ini terasa organik.
Jahi harus belajar kembali apa sebenarnya iblis itu dan apa yang bisa mereka lakukan. Seperti Ahriman, ia dibesarkan dengan keyakinan bahwa iblis hanya mampu berbuat jahat. Keberadaan Doux memberikan kesempatan bagi iblis lain untuk menjadi sesuatu yang lebih.
Baca juga di sini: Harapan Baru Pokémon Horizons Musim 3 Bagian 2: Ulasan Serial Anime
Ahriman tidak menyadari bahwa ia sendiri tidak seperti iblis pada umumnya ketika ia begitu menyayangi putrinya. Namun, Jahi harus menyadari hal ini dan menerimanya seiring waktu yang ia habiskan bersama Doux. Prosesnya melibatkan pengenalan dan rekonsiliasi, karena jika ia tidak bisa menerima sisi baiknya sendiri, ia tidak akan bisa hidup dengan kegagalannya dalam memenuhi perintah rajanya.
Secara visual, seri ini tidak menawarkan sesuatu yang luar biasa. Doux digambarkan cukup lucu, meskipun ada detail kecil seperti taring yang terbuat dari daging yang mungkin mengganggu sebagian orang. Konsistensi visual terjaga dengan baik sepanjang seri, dan jarang ada kesalahan dalam penggambaran karakter.
Animasi yang ditampilkan cukup memadai, dan lagu tema pembuka maupun penutup cukup menarik. Ada upaya yang menarik dalam desain karakter untuk berbagai ras, yang membuat tontonan menjadi sedikit lebih menarik, terutama pada bagian akhir tema yang menampilkan karakter latar belakang yang berubah sesuai dengan interaksi Doux dalam episode tersebut.
Secara keseluruhan, “The Demon King’s Daughter Is Too Kind!!” adalah seri yang tidak berbahaya. Ia lucu, ringan, menghibur, dan merupakan cara yang cukup baik untuk mengalihkan pikiran sejenak dari dunia nyata. Seri ini memang berakhir dengan cliffhanger yang agak mengesalkan, tetapi dengan manga yang sudah dilisensikan, ada kemungkinan untuk mengetahui kelanjutan ceritanya.
Penilaian:
- Keseluruhan (sub): C+
- Cerita: C+
- Animasi: C
- Seni: C+
- Musik: B-
Poin Positif:
- Cerita yang lucu dan ringan.
- Doux setidaknya mendekati gambaran anak kecil yang realistis.
- Jahi memiliki perkembangan karakter yang cukup baik.
Poin Negatif:
- Terlalu manis bagi sebagian orang.
- Kehilangan momentum sekitar pertengahan seri.
- Kualitas seni dan animasi tidak terlalu istimewa.
Seri ini cocok bagi penonton yang mencari tontonan ringan dan menghibur tanpa perlu berpikir terlalu keras.








![SSSS.Gridman: Is This Anime Worth Your Time? [Spoiler-Free Review]](https://ulasananime.com/wp-content/uploads/2026/04/ssssgridman-is-this-anime-worth-your-time-spoiler-free-review-39797-1024x666.jpg)
![Cardcaptor Sakura Clear Card: Is It Worth the Hype? [Spoiler-Free Review]](https://ulasananime.com/wp-content/uploads/2026/04/cardcaptor-sakura-clear-card-is-it-worth-the-hype-spoiler-free-review-46952-1024x561.jpg)
![Kokkoku: Is This Anime Worth Your Time? [Spoiler-Free Review]](https://ulasananime.com/wp-content/uploads/2026/04/kokkoku-is-this-anime-worth-your-time-spoiler-free-review-13325-1024x561.jpg)


![Fire Force Anime Review: Is It Worth Watching? [Spoiler-Free]](https://ulasananime.com/wp-content/uploads/2026/04/fire-force-anime-review-is-it-worth-watching-spoiler-free-15892-1024x683.jpg)
![Gundam 00: Is This Mecha Masterpiece Worth Your Time? [Spoiler-Free Review]](https://ulasananime.com/wp-content/uploads/2026/04/gundam-00-is-this-mecha-masterpiece-worth-your-time-spoiler-free-review-93437-1024x640.jpg)
![Sword Art Online: Gun Gale Online - Is it Worth Watching? [Spoiler-Free Review]](https://ulasananime.com/wp-content/uploads/2026/04/sword-art-online-gun-gale-online-is-it-worth-watching-spoiler-free-review-47104-1024x576.jpg)




