Review Jigokuraku Season 2: Visual MAPPA Makin Gila & Brutal!

Hell's Paradise: Jigokuraku Season 2 (dok. MAPPA/Hell's Paradise: Jigokuraku)
Hell’s Paradise: Jigokuraku Season 2 (dok. MAPPA/Hell’s Paradise: Jigokuraku)

UlasanAnime.com — Kalau bicara soal studio MAPPA, yang terlintas di pikiran pasti Jujutsu Kaisen atau Chainsaw Man. Tapi, ada satu “permata tersembunyi” yang baru saja merampungkan musim keduanya pada akhir Maret 2026 kemarin: Hell’s Paradise: Jigokuraku Season 2.

Hell's Paradise: Jigokuraku Season 2 (dok. MAPPA/Hell's Paradise: Jigokuraku)

Jujur sih, agak sedih melihat anime sekeren ini sering terabaikan hanya karena jadwal tayangnya bentrok dengan judul-judul mainstream. Padahal, petualangan di pulau terkutuk Kotaku ini menawarkan sensasi dark fantasy yang unik—perpaduan antara bunga-bunga cantik yang indah dan kematian yang sangat brutal. Apakah musim kedua ini berhasil melampaui standar tinggi musim pertamanya? Mari kita kuliti satu per satu!

Perjalanan Mencari Eliksir yang Makin Emosional

Review Hell’s Paradise Jigokuraku Season 2 harus dimulai dari perkembangan ceritanya. Jika di musim pertama kita disuguhi teror “selamat datang” yang penuh darah dan misteri, musim kedua ini justru membawa kita masuk lebih dalam ke sisi psikologis karakternya.

tim ekspedisi pertama melanjutkan pencarian eliksir kehidupan (dok. MAPPA/Hell's Paradise: Jigokuraku)
tim ekspedisi pertama melanjutkan pencarian eliksir kehidupan (dok. MAPPA/Hell’s Paradise: Jigokuraku)

Gabimaru si Hampa masih memiliki tujuan tunggal: mendapatkan Elixir of Life agar bisa diampuni dan kembali memeluk istrinya. Namun, rintangan kali ini bukan cuma soal adu fisik. Musim ini mengadaptasi bagian tengah cerita yang penuh dengan pengungkapan jati diri.

Nah, karena fokusnya pindah ke narasi, tempo ceritanya memang terasa sedikit lebih lambat. Jangan kaget kalau jumlah adegan baku hantamnya nggak sebanyak dulu, karena musim ini lebih mementingkan bagaimana para karakter ini bertahan hidup secara mental di pulau yang seolah ingin menelan jiwa mereka.

Villain yang Makin Manusiawi: Bukan Sekadar Monster Dingin

Salah satu poin paling kuat di musim ini adalah penokohannya. MAPPA memberikan porsi besar untuk mengeksplorasi latar belakang para antagonis, terutama para Lord Tensen. Kalau dulu mereka terlihat seperti dewa yang dingin dan tanpa emosi, sekarang kita diajak melihat sisi rapuh, dendam, dan alasan di balik kekejaman mereka.

Tao Fa dan Ju Fa mendapatkan kisah latar menyentuh (dok. MAPPA/Hell's Paradise: Jigokuraku)
Tao Fa dan Ju Fa mendapatkan kisah latar menyentuh (dok. MAPPA/Hell’s Paradise: Jigokuraku)

Gak cuma itu, karakter sampingan seperti Fuchi yang cerdas atau persaudaraan Aza (Chobei dan Toma) dapet spotlight yang keren banget. Transformasi Chobei yang rela membuang kemanusiaannya demi melindungi adiknya bener-bener bikin baper sekaligus ngeri.

Kehadiran karakter baru seperti Yamada Asaemon Shugen juga menambah tensi. Dia bukan sekadar algojo, tapi sosok yang punya prinsip keadilan yang sangat ekstrem. Dinamika antar karakter ini bikin cerita Jigokuraku nggak cuma soal “siapa yang paling kuat”, tapi “siapa yang punya alasan paling kuat untuk tetap hidup”.

Visual Surealis: Standar MAPPA Memang Nggak Ada Obat!

Kalau soal urusan memanjakan mata, MAPPA adalah juaranya. Art direction di musim kedua ini terasa makin berani dan surealis. Bayangin deh, ada monster mengerikan dengan bentuk patung dewa, tapi dikelilingi bunga-bunga berwarna-warni yang estetik banget. Kontras antara keindahan dan kengerian ini adalah ciri khas yang nggak dimiliki anime lain.

Visual dan animasi Gabimaru dan Yuzuriha vs Ran terlihat seperti lukisan digital (dok. MAPPA/Hell's Paradise: Jigokuraku)
Visual dan animasi Gabimaru dan Yuzuriha vs Ran terlihat seperti lukisan digital (dok. MAPPA/Hell’s Paradise: Jigokuraku)

Efek kekuatan Tao digambarkan dengan sangat artistik. Setiap kali Gabimaru atau Sagiri menggunakan aliran energi ini, visualnya kerasa megah. Puncaknya ada pada pertarungan melawan Rien yang sinematik parah! Jujur sih, kalau kamu melakukan freeze frame di adegan mana pun, gambarnya layak banget dijadiin wallpaper.

Minusnya? Masih ada penggunaan CGI di beberapa bagian yang kerasa sedikit “kaku” atau kurang menyatu dengan latar belakang dua dimensinya. Tapi tenang, hal ini nggak sampai merusak pengalaman menonton secara keseluruhan kok.

Musik dan Soundtrack: BABYMETAL Bikin Hype Pecah!

Sektor audio juga nggak mau kalah saing. Lagu pembukanya, “Kasukana Hana” yang dibawakan oleh Tatsuya Kitani feat. BABYMETAL, bener-bener jenius! Perpaduan vokal yang enerjik dengan nuansa gelap sangat pas menggambarkan perjuangan hidup-mati di pulau Kotaku.

cuplikan lagu pembuka Hell's Paradise: Jigokuraku Season 2 (dok. MAPPA/Hell's Paradise: Jigokuraku)
cuplikan lagu pembuka Hell’s Paradise: Jigokuraku Season 2 (dok. MAPPA/Hell’s Paradise: Jigokuraku)

Untuk lagu penutupnya, “PERSONAL” dari Queen Bee, memberikan suasana yang lebih kontemplatif. Melodinya yang menyentuh seolah mewakili kesepian dan harapan Gabimaru yang tersembunyi di balik wajah datarnya.

Meskipun musik latarnya (BGM) menggunakan instrumen tradisional Jepang yang kental dan sangat mendukung suasana era Sengoku, beberapa penonton mungkin merasa variasinya agak kurang. Tapi secara keseluruhan, tata suaranya tetap mampu bikin bulu kuduk berdiri saat adegan aksi dimulai.

Kesimpulan: Build-Up Sempurna Menuju Musim Pamungkas

Review Hell’s Paradise Jigokuraku Season 2 ini menyimpulkan bahwa Kaori Makita (sutradara) melakukan pekerjaan yang sangat solid. Musim kedua ini memang didesain sebagai jembatan atau build-up menuju babak final. Dengan menyisakan sekitar 38 bab lagi di manga, kemungkinan besar musim ketiga bakal jadi puncak dari segala kegilaan ini.

cuplikan Hell's Paradise: Jigokuraku Season 2 (dok. MAPPA/Hell's Paradise: Jigokuraku)
cuplikan Hell’s Paradise: Jigokuraku Season 2 (dok. MAPPA/Hell’s Paradise: Jigokuraku)

Secara keseluruhan, musim kedua ini mendapatkan skor 4/5. Memang ada penurunan intensitas aksi, tapi diganti dengan kualitas cerita yang jauh lebih berbobot dan emosional. Ini adalah anime yang wajib kamu tonton kalau kamu bosan dengan cerita fantasi yang itu-itu saja.

Bayangin deh, sebuah pulau yang disebut surga, tapi setiap jengkal tanahnya adalah neraka bagi yang tak siap. Apakah Gabimaru akhirnya benar-benar bisa pulang? Atau dia bakal “berbunga” di pulau itu selamanya?

Gimana pendapat kalian soal ending musim kedua ini? Apa menurut kalian Lord Tensen itu sebenernya jahat atau cuma korban keadaan? Tulis teori kalian di kolom komentar ya!

Pantau terus UlasanAnime.com untuk info terbaru soal jadwal rilis Season 3 dan review anime hits lainnya. Jangan sampai ketinggalan!

—✍️ Ditulis oleh Ulasan Otaku
Ulasan Otaku adalah penulis yang fokus membahas review, teori, dan fakta menarik seputar dunia anime

Baca Juga:

Site Icon
Muhammad Suyou

Muhammad Suyou adalah penulis dan pengulas anime yang telah mengikuti perkembangan industri anime selama lebih dari 8 tahun. Telah menonton ratusan judul dari berbagai genre, dengan fokus pada analisis cerita, karakter, dan pesan yang disampaikan dalam setiap anime. Melalui UlasanAnime.com, ia membagikan review, analisis mendalam, serta rekomendasi anime berdasarkan pengalaman menonton secara langsung, dengan tujuan membantu pembaca menemukan tontonan terbaik sesuai preferensi mereka.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top