Review Reborn as a Vending Machine: Isekai Paling Absurd & Unik!

UlasanAnime.com — Genre isekai itu ibarat martabak; variannya banyak banget, ada yang manis, ada yang spesial, tapi kadang ada yang rasanya aneh banget. Nah, Jidou Hanbaiki ni Umarekawatta Ore wa Meikyuu wo Samayou atau Reborn as a Vending Machine, I Now Wander the Dungeon adalah varian yang paling absurd yang pernah mimin temuin.

crunchyroll.com/reborn-as-a-vending-machine-i-now-wander-the-dungeon
crunchyroll.com/reborn-as-a-vending-machine-i-now-wander-the-dungeon
crunchyroll.com/reborn-as-a-vending-machine-i-now-wander-the-dungeon

Jujur sih, awalnya mimin mikir, “Apalagi sih ini? Masa jadi mesin minuman?”. Tapi setelah ditonton, ternyata anime ini punya daya tarik yang bikin kita betah nungguin tiap episodenya. Bukan cuma soal konyol-konyolan, tapi anime ini membawa angin segar di tengah lautan isekai yang isinya cuma pahlawan overpowered dan harem. Yuk, kita bedah kenapa Boxxo si mesin penjual otomatis ini layak buat kamu ikutin!

Plot: Mati Konyol, Bangun Jadi Mesin Penjual

Lupakan Truck-kun atau kecelakaan tragis yang dramatis. Protagonis kita mati karena… kejatuhan mesin penjual otomatis saat lagi naik sepeda. Pas bangun di dunia fantasi, dia sudah berubah wujud jadi kotak besi statis alias vending machine. Dia nggak bisa gerak, nggak bisa bicara (cuma bisa ngomong kalimat template kayak “Terima Kasih” atau “Masukkan Koin”), dan terdampar di pinggir danau.

Untungnya, dia ketemu Lammis, seorang hunter cewek yang lagi kelaparan tingkat dewa. Setelah mencicipi makanan dari Boxxo (nama yang dikasih Lammis), dimulailah petualangan mereka. Boxxo yang nggak bisa jalan akhirnya digendong sama Lammis yang punya kekuatan fisik luar biasa.

Lebih dari Sekadar Jualan Minuman

Yang bikin mimin suka, anime ini informatif banget! Di Jepang, vending machine itu sudah kayak budaya. Kamu bisa nemuin mesin yang jualan apa aja di tempat paling terpencil sekalipun. Boxxo di sini punya kemampuan buat berubah jadi berbagai jenis mesin, mulai dari yang jualan sup hangat, oden, sampai barang-barang yang… ehem, “paling dicari” warga kota buat urusan populasi (iya, mesin kondom juga ada!).

Gak cuma itu, Boxxo menggunakan sistem poin JRPG yang unik. Setiap koin yang dimasukkan pembeli bakal jadi poin buat dia buka skill baru atau ganti wujud. Cara dia pakai fungsi mesin buat berantem di dungeon—kayak berubah jadi mesin kardus atau pakai balon buat melayang—bener-bener kreatif dan nggak kepikiran sebelumnya.

Karakter: Chemistry Manis Antara Mesin dan Manusia

Meskipun tokoh utamanya cuma benda mati, interaksi karakternya kerasa manusia banget.

  • Boxxo: Meski cuma bisa bicara lewat suara rekaman mesin, kepribadiannya menonjol banget lewat monolog internalnya. Dia baik hati, punya jiwa bisnis yang kuat, dan kadang suka jahil. Mimin sering ngakak pas denger dia mencoba menjustifikasi pengeluaran poinnya buat hal-hal nggak penting.

  • Lammis: Si cewek kuat yang bikin baper. Lammis punya kutukan kekuatan yang bikin dia susah kontrol tenaga, makanya serangan dia sering meleset. Tapi pas dia gendong Boxxo, berat Boxxo malah jadi penyeimbang yang bikin serangan Lammis jadi akurat 100%! Kesetiaan Lammis ke Boxxo itu relate banget sama definisi sahabat sejati.

  • Hulemy: Teman masa kecil Lammis yang jenius soal alat sihir. Dia adalah orang pertama yang bener-bener paham kalau Boxxo itu punya kecerdasan dan sering ngebantu “menerjemahkan” apa yang mau Boxxo sampaikan lewat barang-barang yang dikeluarkannya.

Karakter sampingan lainnya memang kerasa kayak pelengkap saja, tapi keberadaan mereka cukup buat ngeramein suasana dungeon yang biasanya suram jadi lebih ceria.

Visual dan Animasi: Bersih, Rapi, dan Pas

Secara visual, anime ini punya gaya yang clean. Detail paling juara jelas ada pada desain Boxxo. Tiap kali dia berubah wujud, detail mesinnya digambar dengan niat, mulai dari slot koin sampai tekstur barang yang keluar.

Untuk urusan aksi, jangan harepin koreografi yang mind-blowing ala anime shounen papan atas. Kebanyakan adegan berantemnya pakai teknik close-up atau gambar statis. Tapi ya itu tadi, fokus kita bukan di situ, melainkan di taktik kreatif apa lagi yang bakal dikeluarin Boxxo buat nolongin timnya. Latar belakang dunianya cukup oke, meskipun kadang ada beberapa bagian yang kelihatan agak buram atau kurang detail.

Sound: Suara Mesin yang Bikin Nostalgia

Lagu pembukanya lumayan oke meski nggak masuk ke playlist harian mimin, tapi lagu penutupnya enak banget didenger pas lagi santai. Vibes-nya kayak lagu anak-anak yang menenangkan.

Satu hal yang mimin apresiasi adalah voice acting-nya. Jun Fukuyama (pengisi suara Boxxo) berhasil banget ngebawain emosi cuma lewat nada suara rekaman mesin yang kaku. Efek suaranya juga dapet banget, suara “klontang” pas koin masuk atau barang jatuh itu kerasa nyata dan memuaskan di telinga.


Kesimpulan

Reborn as a Vending Machine adalah anime isekai yang “santai tapi berisi”. Kamu bakal belajar banyak soal jenis-jenis mesin penjual otomatis di Jepang sambil ketawa liat gimana orang-orang dunia fantasi norak pas nyobain ramen instan atau oden hangat.

Meskipun progres ceritanya nggak buru-buru, kehangatan hubungan Boxxo dan Lammis bener-bener jadi daya tarik utama. Kalau kamu butuh tontonan yang ringan, unik, dan nggak bikin pusing, anime ini adalah pilihan yang tepat.

Rating Akhir: 6.5/10

Gimana menurut kamu, Nakama? Kalau kamu reinkarnasi jadi benda mati, kamu pengen jadi apa? Tulis pendapat kamu soal Boxxo di kolom komentar ya!

Jangan lupa pantau terus UlasanAnime.com untuk dapet update review anime terbaru, info wibu paling gress, dan artikel menarik lainnya. Sampai jumpa di dungeon berikutnya!

—✍️ Ditulis oleh Ulasan Otaku
Ulasan Otaku adalah penulis yang fokus membahas review, teori, dan fakta menarik seputar dunia anime

Baca Juga:

Site Icon
Muhammad Suyou

Muhammad Suyou adalah penulis dan pengulas anime yang telah mengikuti perkembangan industri anime selama lebih dari 8 tahun. Telah menonton ratusan judul dari berbagai genre, dengan fokus pada analisis cerita, karakter, dan pesan yang disampaikan dalam setiap anime. Melalui UlasanAnime.com, ia membagikan review, analisis mendalam, serta rekomendasi anime berdasarkan pengalaman menonton secara langsung, dengan tujuan membantu pembaca menemukan tontonan terbaik sesuai preferensi mereka.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top