Review Deaimon: Resep Kebahagiaan Lewat Manisnya Wagashi

UlasanAnime.com — Kadang, anime terbaik itu bukan yang penuh ledakan atau sihir tingkat dewa, tapi yang bisa bikin kita tersenyum lebar sambil megang secangkir teh hangat di sore hari. Itulah perasaan yang mimin dapet pas nonton Deaimon. Anime ini punya sub-judul “Recipe for Happiness”, dan jujur sih, judul itu akurat banget. Ini bukan cuma soal resep makanan, tapi soal resep gimana cara manusia nemuin kebahagiaan di tengah hidup yang nggak sempurna.

crunchyroll.com/deaimon-recipe-for-happiness
crunchyroll.com/deaimon-recipe-for-happiness
crunchyroll.com/deaimon-recipe-for-happiness

Ceritanya dimulai dari Nagomu Irino, seorang pria yang sempat merantau ke Tokyo buat jadi musisi band. Sayangnya, realita itu pahit. Bandnya bubar, cita-citanya kandas, dia putus sama pacarnya, dan akhirnya dia mutusin buat pulang ke Kyoto. Niatnya sih mulia: mau nerusin toko kue tradisional (Wagashi) milik keluarganya yang namanya Ryokushou. Tapi pas nyampe rumah, dia malah dapet kejutan. Ibunya udah “mengadopsi” seorang anak perempuan bernama Itsuka Yukihira yang ditinggal ayahnya begitu saja.

Plot: Kisah Hangat di Sudut Kota Kyoto

Struktur cerita Deaimon ini pembawaannya sangat santai dan cenderung episodik. Fokus utamanya adalah gimana Nagomu berusaha beradaptasi lagi dengan kehidupan pengrajin Wagashi dan gimana dia mencoba mendekatkan diri ke Itsuka. Itsuka ini lucu banget, dia sempat salah sangka ngira Nagomu itu ayahnya pas di stasiun kereta, tapi setelah tahu Nagomu itu orangnya agak “gesrek” dan santai, dia malah jadi ketus.

Gak cuma itu, anime ini bakal ngajak kita kenalan lebih deket sama dunia Wagashi. Jujur sih, sebelum nonton ini mimin nggak tahu kalau Wagashi itu sedalam itu maknanya. Kita bakal belajar gimana kue-kue tradisional ini dibuat, filosofi di baliknya, sampai gimana bentuk dan bahannya berubah-ubah ngikutin pergantian musim di Jepang. Informatif banget tapi nggak bikin bosen karena dibungkus dengan interaksi karakter yang wholesome parah.

Keseimbangan Antara Tawa dan Air Mata

Nah, yang bikin mimin salut adalah cara anime ini ngebawa topik-topik berat. Masalah keluarga, perceraian, dan rasa kehilangan dibahas dengan porsi yang pas. Nggak sampe bikin kamu depresi, tapi tetep kerasa emosionalnya lewat adegan-adegan kilas balik yang ngena di hati. Pacing-nya emang kerasa lambat, terutama buat kamu yang biasa nonton genre aksi atau fast-paced romance. Tapi hey, hidup di Kyoto emang harus dinikmati pelan-pelan, kan?

Karakter: Perkembangan yang Terasa “Manusiawi”

Kekuatan utama Deaimon ada di penulisan karakternya. Nggak cuma tokoh utama, karakter sampingannya pun dapet porsi pengembangan yang solid banget.

  • Nagomu Irino: Awalnya dia kelihatan kayak cowok happy-go-lucky yang nggak punya beban. Tapi makin jauh kita nonton, kita bakal liat kalau dia itu sebenernya sangat dewasa dan peduli. Dia belajar dari kegagalannya di masa lalu buat ngebimbing orang-orang di sekitarnya. Karakter Nagomu ini relate banget sama kita-kita yang pernah gagal ngejar mimpi tapi tetep harus move on.

  • Itsuka Yukihira: Si kecil yang jiwanya terlalu dewasa buat umurnya. Ditinggal orang tua bikin dia jadi anak yang kaku dan serius banget kerjanya di toko. Tapi berkat “gangguan” dari Nagomu, Itsuka pelan-pelan mulai belajar buat jadi anak kecil lagi yang bisa tertawa lepas. Perubahan hubungan mereka dari orang asing jadi kayak ayah dan anak bener-bener bikin baper.

  • Kanoko (Mantan Nagomu): Kehadiran Kanoko nambah bumbu menarik. Dia belum sepenuhnya bisa move on dari Nagomu dan sering mampir ke toko Ryokushou. Interaksi dia sama Itsuka dan Nagomu sering banget memicu momen-momen lucu sekaligus mengharukan.

  • Keluarga Irino: Ayah dan ibu Nagomu ngasih tipe “tough love”. Meski kelihatan galak dan nganggep Nagomu nggak berguna di awal, sebenernya mereka sayang banget.

Visual: Estetika Cat Air yang Manjain Mata

Mimin bener-bener jatuh cinta sama gaya visual yang diambil sama Studio ENGI buat anime ini. Mereka pake warna-warna pastel yang lembut banget dengan latar belakang yang gayanya mirip lukisan cat air (watercolour).

  • Latar Tempat: Pemandangan Kyoto di anime ini digambarkan dengan sangat cantik. Apalagi pas adegan kelopak bunga sakura yang berguguran, visualnya bener-bener estetik!

  • Desain Karakter: Desainnya realistis, nggak ada rambut warna-warni yang aneh atau kostum yang mencolok. Ekspresi wajahnya juga dapet banget, terutama pas adegan-adegan komedi atau pas Itsuka lagi pasang muka judes ke Nagomu.

Sound: Harmoni Suara yang Nenangin Telinga

Di sektor audio, Deaimon nggak main-main. Lagu pembukanya yang berjudul “Sumire” oleh Maaya Sakamoto bener-bener superb. Melodinya tenang, kalem, dan cocok banget jadi pembuka hari yang cerah. Meskipun lagu penutupnya agak terasa generik, tapi tetep enak didenger sampe habis.

  • Voice Acting: Akting suaranya juara. Pengisi suara Nagomu sukses ngebawain karakter yang ceria tapi punya sisi bijak. Yang paling bikin kaget adalah pengisi suara Itsuka; meskipun ini peran pertamanya, dia berhasil banget ngebawain suara anak kecil yang berusaha tegar tapi sebenernya butuh pelukan.

  • BGM & SFX: Musik latarnya pas banget, nggak berisik dan bisa nyesuain suasana, entah itu lagi sedih atau lagi lucu. Efek suara seperti pintu geser, suara sepeda, atau suara langkah kaki dibuat minimalis dan lembut, pas banget sama tema animenya.


Kesimpulan

Deaimon adalah sebuah anime underdog yang mungkin terlewat dari radar banyak orang, padahal ini adalah permata tersembunyi. Ini adalah cerita tentang gimana kita menerima ketidaksempurnaan hidup dan tetep melangkah maju buat nyari kebahagiaan.

Kalau kamu suka cerita slice-of-life yang nggak cuma jualan keimutan tapi punya makna yang dalem, anime ini wajib masuk watchlist kamu. Persiapkan diri buat laper liat kue-kue enaknya, dan persiapkan hati buat dibuat hangat sama interaksi Nagomu dan Itsuka.

Final Score: 8/10

Gimana menurut kamu, Nakama? Lebih suka tipe anime yang santai kayak Deaimon atau yang penuh aksi? Terus, kalau kamu punya kesempatan buat pulang kampung dan nerusin usaha keluarga, kamu bakal ambil nggak? Tulis pendapat kamu di kolom komentar ya!

Jangan lupa pantau terus UlasanAnime.com buat dapetin update review anime terbaru, info waifu/husbu musiman, dan berita seru lainnya seputar dunia jejepangan! Sampai jumpa di ulasan berikutnya!

—✍️ Ditulis oleh Ulasan Otaku
Ulasan Otaku adalah penulis yang fokus membahas review, teori, dan fakta menarik seputar dunia anime

Baca Juga:

Site Icon
Muhammad Suyou

Muhammad Suyou adalah penulis dan pengulas anime yang telah mengikuti perkembangan industri anime selama lebih dari 8 tahun. Telah menonton ratusan judul dari berbagai genre, dengan fokus pada analisis cerita, karakter, dan pesan yang disampaikan dalam setiap anime. Melalui UlasanAnime.com, ia membagikan review, analisis mendalam, serta rekomendasi anime berdasarkan pengalaman menonton secara langsung, dengan tujuan membantu pembaca menemukan tontonan terbaik sesuai preferensi mereka.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top