Review Realist Hero Part 2: Souma Kian Licik, Negara Makin Asyik!

UlasanAnime.com — Kalau kamu sudah kepincut dengan cara Kazuya Souma membenahi ekonomi di musim pertama, maka How a Realist Hero Rebuilt the Kingdom Part 2 (Genjitsu Shugi Yuusha no Oukoku Saikenki) dipastikan nggak bakal bikin kamu kecewa. Anime ini melanjutkan petualangan “Raja Dadakan” kita yang lebih suka baca buku Machiavelli daripada latihan pedang.

crunchyroll.com/how-a-realist-hero-rebuilt-the-kingdom
crunchyroll.com/how-a-realist-hero-rebuilt-the-kingdom
crunchyroll.com/how-a-realist-hero-rebuilt-the-kingdom

Jujur sih, Isekai yang satu ini punya tempat spesial karena nggak jualan fanservice atau action brutal sebagai menu utama. Sebaliknya, mereka jualan isi kepala. Di Part 2 ini, tensinya makin naik karena Souma nggak lagi cuma ngurusin “perut” rakyatnya lewat pangan, tapi sudah mulai masuk ke ranah geopolitik yang jauh lebih licik dan berbahaya.

Plot: Geopolitik, Krisis Pengungsi, dan Taktik Licik

Di Part 1, kita melihat Souma fokus pada reformasi domestik seperti produksi pangan dan pembangunan jalan. Nah, di Part 2, ceritanya meluas ke ranah internasional. Dimulai dengan negosiasi alot dengan Amidonia dan Kekaisaran (Empire). Mimin suka banget bagian ini karena nunjukin satu filosofi yang kuat: rakyat yang sudah merasakan kebebasan dan hidup enak nggak bakal mau balik lagi ke bawah kepemimpinan yang opresif. Relate banget kan sama sejarah dunia nyata?

Gak cuma itu, anime ini berani mengangkat isu sensitif seperti krisis pengungsi. Souma nggak asal usir atau asal terima; dia memberikan pilihan yang adil bagi mereka untuk berintegrasi menjadi warga negara atau meninggalkan lahan tersebut secara baik-baik. Penanganannya kerasa sangat logis, bukan sekadar “kekuatan persahabatan” khas anime shonen.

Inovasi Sains dan Masalah Perbudakan

Salah satu poin menarik di Part 2 adalah bagaimana Souma menghapus perbudakan. Alih-alih menghapusnya secara mendadak yang bisa bikin kacau stabilitas sosial, dia mengubah tempat penampungan budak menjadi pusat pelatihan kerja. Intinya, mereka dilatih biar punya skill dan bisa cari kerja sendiri. Mimin sempet mikir, apa jangan-jangan kerja kantoran zaman sekarang itu bentuk halus dari perbudakan modern ya? Hehe.

Pembangunan dunianya juga makin diperdalam dengan pengenalan aspek ilmiah dari sihir. Souma sering banget ngutip tokoh-tokoh sejarah dunia nyata buat ngejustifikasi tindakannya. Ini bikin penonton (terutama yang suka sejarah) ngerasa kalau dunia fantasi ini punya dasar logika yang kuat.

Karakter: Souma yang Makin Matang (dan Harem yang Makin Luas)

Pengembangan karakter di Part 2 ini sebenernya agak lambat, karena semua karakter seolah-olah “tunduk” pada kebutuhan plot. Tapi, ada satu perubahan besar pada sang tokoh utama.

  • Kazuya Souma: Di akhir musim ini, Souma nggak lagi menganggap dirinya sebagai “raja sementara”. Dia sudah mantap menerima takdirnya sebagai penguasa permanen Kerajaan Elfrieden. Kepercayaan dirinya meningkat, dan cara dia bernegosiasi dengan tokoh-tokoh besar seperti Maria dan Jeanne dari Kekaisaran bener-bener bikin baper saking keren taktiknya.

  • Roroa Amidonia: Karakter baru yang langsung nyuri perhatian! Dia punya kepribadian yang ceria dan otak bisnis yang encer. Sayangnya, mimin ngerasa Roroa kurang dapet porsi buat nunjukin kejeniusan bisnisnya secara maksimal di musim ini.

  • Para Heroine (Liscia, Aisha, Juna): Mereka lebih banyak jadi karakter pendukung kali ini. Tapi tenang, ada satu episode komedi yang cukup menghibur di mana Excel Walter ngajarin mereka “cara” ngadepin laki-laki, lengkap dengan buku rahasia tentang kelemahan Souma.

  • Genia: Si ilmuwan introvert yang hobi eksperimen. Dia karakter yang sangat potensial, tapi lagi-lagi porsi layarnya masih sangat terbatas. Kita cuma bisa liat sedikit dari penemuan-penemuan gilanya.

Visual dan Animasi: Masih Jadi Titik Lemah

Nah, ini dia bagian yang agak mengecewakan. Mimin harus jujur kalau art dan animasi di Part 2 ini nggak mengalami peningkatan dari musim pertamanya. Masih kerasa “low budget” di beberapa bagian.

  • Desain & Drawing: Gaya gambarnya tipikal anime standar. Kadang kalau kamera ditarik agak jauh, wajah karakternya jadi agak “peyot” atau kurang detail.

  • Latar Belakang: Ruangan indoor kerasa sangat kosong dan sepi, seolah-olah istana itu nggak punya furnitur. Area outdoor juga jarang ada kerumunan rakyat kecuali kalau emang penting buat cerita, kayak di kamp pengungsi.

  • Animasi Aksi: Karena ini anime yang 90% isinya orang ngobrol dan berdebat, animasi yang paling sering kita liat ya cuma mulut gerak dan orang jalan. Pas ada adegan berantem, gerakannya kerasa kaku dan kurang dinamis. Untungnya, kita nonton ini buat nyari strategi politiknya, bukan duel pedangnya.

Sound: Musik yang Mendukung Tensi Diplomasi

Untungnya, sektor audio cukup menyelamatkan suasana. Lagu pembuka dan penutup di Part 2 ini menurut mimin lebih enak didengar dan lebih “nempel” dibanding musim pertamanya.

  • BGM: Musik latarnya pas banget buat nambah ketegangan pas adegan negosiasi panas, terutama pas Souma adu mulut sama Julius. Atmosfer tegangnya dapet banget!

  • Sound Effect: Sebagian besar sudah oke, tapi ada beberapa detail kecil yang terlewat. Contohnya, ada adegan Souma di dalam kereta kuda, tapi suara roda atau langkah kaki kudanya nggak kedengeran. Kecil sih, tapi buat penonton yang teliti, ini cukup kerasa.

  • Voice Acting: Pengisi suaranya juara! Mereka berhasil ngebawain emosi karakter dengan sangat baik, bikin karakter-karakter yang tadinya cuma bicara soal teori jadi kerasa punya nyawa dan kepribadian yang kuat.


Kesimpulan

How a Realist Hero Rebuilt the Kingdom Part 2 adalah “Civilization” versi anime yang semakin matang. Meskipun kualitas visualnya masih biasa saja, tapi kekuatan naskah dan kedalaman isu politik yang diangkat bener-bener jempolan. Anime ini ngebuktiin kalau Isekai nggak butuh naga atau raja iblis buat jadi seru; cukup kasih masalah birokrasi dan pimpinan yang cerdas, maka ceritanya bakal mengalir dengan sendirinya.

Kalau kamu suka tontonan yang memicu otak dan pengen liat gimana jadinya kalau ilmu sosiologi dipraktekin di dunia sihir, anime ini wajib masuk watchlist kamu!

Final Score: 7/10

Gimana menurut kamu, Nakama? Apakah kamu setuju sama taktik Souma yang “menghalalkan” pernikahan politik demi stabilitas negara? Atau menurut kamu dia harusnya lebih fokus ke satu cewek aja biar nggak makin ribet urusan domestiknya? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!

Jangan lupa pantau terus UlasanAnime.com buat dapetin ulasan jujur dan update terbaru seputar anime favorit kamu. Sampai jumpa di ulasan berikutnya!

—✍️ Ditulis oleh Ulasan Otaku
Ulasan Otaku adalah penulis yang fokus membahas review, teori, dan fakta menarik seputar dunia anime

Baca Juga:

Site Icon
Muhammad Suyou

Muhammad Suyou adalah penulis dan pengulas anime yang telah mengikuti perkembangan industri anime selama lebih dari 8 tahun. Telah menonton ratusan judul dari berbagai genre, dengan fokus pada analisis cerita, karakter, dan pesan yang disampaikan dalam setiap anime. Melalui UlasanAnime.com, ia membagikan review, analisis mendalam, serta rekomendasi anime berdasarkan pengalaman menonton secara langsung, dengan tujuan membantu pembaca menemukan tontonan terbaik sesuai preferensi mereka.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top