Ulasan Anime Iczer Girl Iczelion

UlasanAnime.com – Serial OVA Iczer Girl Iczelion adalah rilisan tahun 1994 yang terdiri dari dua episode, dan merupakan bagian dari waralaba Iczer. Meskipun berada dalam lini masa alternatif dari Iczer-One, seri ini tetap berbagi arahan dari Toshihiro Hirano. OVA ini menyajikan cerita mandiri yang tidak memerlukan pemahaman mendalam tentang seri Iczer lainnya.

Ulasan Anime Iczer Girl Iczelion

Saat ini, Iczer Girl Iczelion tersedia untuk streaming di platform OceanVeil. Ceritanya berfokus pada Nagisa Kai, seorang siswi SMA yang bercita-cita menjadi pegulat profesional. Kehidupannya berubah drastis ketika sebuah robot bernama Iczel menyatu dengannya untuk melawan ancaman alien yang dipimpin oleh duo kakak beradik, Chaos dan Cross.

Namun, Nagisa merasa belum siap menghadapi tantangan ini dan memutuskan untuk melepaskan ikatan dengan Iczel. Dua pertiga awal cerita bisa terasa cukup mengganggu. Nagisa, yang disuarakan oleh Yuri Shiratori dalam bahasa Jepang, lebih banyak menghabiskan waktunya untuk lari dan berteriak selama adegan aksi utama.

Meskipun demikian, penggambaran ini memberikan pandangan yang cukup realistis tentang seorang gadis SMA biasa yang tiba-tiba dipaksa menjadi pejuang antargalaksi. Reaksi panik dan tangisannya mungkin mengesalkan, namun sangat bisa dimaklumi jika kita berada dalam situasi yang sama.

Episode kedua menampilkan sebuah jeda musikal yang diisi oleh penampilan idola pop Kiiro. Kiiro sendiri diidentifikasi sebagai salah satu Iczelion lainnya, yang keberadaannya dalam cerita terasa penting. Di episode ini, kita diperkenalkan dengan beberapa Iczelion lain.

Salah satu dari mereka mencari Nagisa untuk mencoba membujuknya agar mau bertarung. Dua Iczelion lainnya baru memberikan argumen mereka setelah berhasil menyelamatkan Nagisa dari Cross. Namun, bahkan setelah para Iczelion lain mengajaknya bergabung, Nagisa baru menemukan kekuatan sejatinya setelah melihat teman-teman sekelasnya terluka akibat serangan Cross.

Tentu saja, tidak diragukan lagi bahwa begitu kekuatannya bangkit, Nagisa akan menjadi Iczelion terkuat dan mereka akan berhasil mengalahkan Cross, Chaos, serta para Void mereka. Sayangnya, alur cerita ini tidak menawarkan banyak hal baru atau orisinal.

Baca juga di sini: Ulasan Film Anime Me & Roboco

Penulis sempat berharap bahwa ketertarikan Nagisa pada gulat akan terbawa ke dalam gaya bertarungnya. Hal ini sempat terlihat di awal cerita, namun kemudian memudar, digantikan oleh penggunaan senjata berbasis sinar laser yang efektif menghabisi musuh tanpa perlu banyak usaha pembersihan.

Akan lebih menarik jika Nagisa bisa menggunakan gerakan gulat seperti suplex untuk mengalahkan Cross, sebuah ide yang mungkin bisa dipertimbangkan jika ada reboot di masa depan.

Seperti entri sebelumnya dalam waralaba Iczer, urutan transformasi di sini menampilkan ketelanjangan yang dianimasikan secara penuh namun disensor. Terdapat adegan close-up pada payudara dan area selangkangan yang tidak jelas detailnya, namun memiliki kualitas “berdandan” yang mirip dengan Sailor Moon dan seri lain yang urutan transformasinya ikonik.

Para Iczelion mengenakan zirah yang setidaknya menutupi bagian tubuh yang rentan saat bertarung, sebuah aspek yang patut diapresiasi. Berbeda dengan seri Iczer sebelumnya, cerita ini tidak menunjukkan indikasi kedekatan antara karakter wanita. Satu-satunya karakter pria adalah Chaos, yang tampaknya hanya tertarik pada saudara perempuannya, bukan dalam konteks romantis.

Penulis merasa nyaman karena tidak ada indikasi atau ancaman kekerasan seksual dalam anime ini. Aliran dari OceanVeil tampaknya merupakan konversi dari master asli ke format digital. Meskipun demikian, kualitas visualnya tidak terlihat terlalu buram dan kualitas suaranya pun baik.

Tidak ada terjemahan untuk lagu-lagu atau kredit, yang membuat momen Kiiro (Iczelion Gold) dalam menemukan kekuatannya melalui lagu menjadi kurang berdampak bagi penonton yang tidak memahami bahasa Jepang. Tidak ada opsi bahasa lain, ukuran subtitle yang berbeda, atau fitur lain pada kontrol platform. Pengalaman menontonnya terasa seperti salinan langsung dari kaset VHS lama.

Meskipun Iczer Girl Iczelion bukanlah anime yang wajib ditonton, ia merupakan peninggalan yang terbungkus rapi dari dunia animasi Jepang tahun 1994. Desain wajah, teknik animasi, naskah, bahkan cara karakter disuarakan, semuanya terasa berbeda dari standar masa kini.

Mulai dari musik pembuka yang berlebihan yang tidak sepenuhnya sesuai dengan plot, hingga musik pop khas tahun 90-an, bahkan soundtracknya pun terasa ketinggalan zaman. Hal ini menjadikan penontonannya seperti sebuah perjalanan waktu yang otentik.

Kita telah menempuh perjalanan yang panjang, bahkan dalam genre anime yang menampilkan ketelanjangan yang sedikit lebih santai. Sebagai dokumen sejarah tentang OVA beranggaran rendah di era 90-an, seri ini memang menawarkan sebuah pengalaman yang unik.

Secara keseluruhan, Iczer Girl Iczelion mendapatkan nilai B-. Penilaiannya adalah B- untuk keseluruhan, B- untuk cerita, B untuk animasi, B- untuk seni, dan B- untuk musik.

Poin Positif:

  • Ini bukan sesuatu yang sangat bagus atau sangat buruk, namun menyenangkan untuk melihat bahwa seri ini masih ada dan bisa ditonton di suatu tempat.

Poin Negatif:

  • Alur cerita mudah ditebak, animasi terasa lamban, dan musiknya jelas mencerminkan masanya.

Peringatan:

  • Terdapat adegan close-up tubuh bagian atas karakter wanita tanpa alasan yang jelas.

Informasi Produksi:

  • Sutradara: Toshihiro Hirano
  • Skenario: Toshihiro Hirano
  • Storyboard: Toshihiro Hirano
  • Sutradara Episode: Hideaki Kushi, Keitarō Motonaga
  • Musik: Kenji Kawai, Tatsumi Yano
  • Kreator Asli: Toshiki Hirano
  • Desain Karakter: Toshihiro Hirano, Masanori Nishii
  • Direktur Seni: Hiroshi Katō
  • Direktur Animasi: Makoto Bessho, Takashi Hashimoto, Masanori Nishii
  • Desain Seni: Akihiro Hirasawa
  • Desain Mecha: Takashi Hashimoto
  • Sutradara Suara: Yūki Matsuoka
  • Direktur Fotografi: Hitoshi Satō
  • Produser: Takao Asaga, Kinya Watanabe
  • Dilinsensikan oleh: ADV Films

Baca Juga:

Site Icon
Muhammad Suyou

Muhammad Suyou adalah penulis dan pengulas anime yang telah mengikuti perkembangan industri anime selama lebih dari 8 tahun. Telah menonton ratusan judul dari berbagai genre, dengan fokus pada analisis cerita, karakter, dan pesan yang disampaikan dalam setiap anime. Melalui UlasanAnime.com, ia membagikan review, analisis mendalam, serta rekomendasi anime berdasarkan pengalaman menonton secara langsung, dengan tujuan membantu pembaca menemukan tontonan terbaik sesuai preferensi mereka.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top