Ulasan Serial Anime Kehidupan Bertani di Dunia Lain Musim 1

UlasanAnime.com – Musim pertama dari anime “Farming Life in Another World” telah hadir, menawarkan suguhan isekai yang ringan dan menghibur bagi para penggemar genre ini.

Ulasan Serial Anime Kehidupan Bertani di Dunia Lain Musim 1

Serial ini mengikuti kisah Hiraku, seorang pria berusia tiga puluh sembilan tahun yang meninggal karena penyakit mematikan. Ia kemudian terlahir kembali di dunia lain, di mana ia dapat mewujudkan impiannya menjadi seorang petani.

Dengan hanya dibekali alat magis sebagai pemandunya, Hiraku memanfaatkan pengetahuannya tentang game simulasi pertanian untuk membangun komunitas yang berkembang dari nol.

Premis cerita ini memang terdengar familier, namun “Farming Life in Another World” berhasil menyajikannya dengan gaya yang unik. Hiraku, sang protagonis, digambarkan sebagai sosok yang beruntung. Setelah bertemu dengan dewa yang merasa bersalah karena memberikannya akhir hidup yang tidak menyenangkan, Hiraku diberi kesempatan untuk terlahir kembali di dunia mana pun yang ia inginkan.

Pilihannya jatuh pada dunia pertanian, sebuah pilihan yang tidak biasa bagi dewa tersebut, namun Hiraku tetap menjalaninya. Ia terlahir kembali di tengah hutan belantara, memulai segalanya tanpa apa pun kecuali cangkul kayu. Ironisnya, hutan tersebut adalah Hutan Kematian, bagian dari wilayah Raja Iblis, yang berarti penuh dengan monster dan makhluk berbahaya.

Namun, seperti yang disinggung dalam ulasan, ini adalah anime fantasi yang nyaman. Hiraku diberkati dengan alat pertanian ajaib yang dapat berubah bentuk sesuai kebutuhannya, mulai dari cangkul hingga kapak. Meskipun ia sempat memukul kelinci iblis raksasa untuk mendapatkan daging, ia tidak perlu lagi menggunakan kekerasan untuk membela diri.

Monster-monster lain yang ditemuinya justru dengan mudah dibujuk untuk tinggal dan membantunya. Dimulai dari serigala dan laba-laba raksasa yang menggemaskan, kemudian diikuti oleh berbagai gadis cantik dari berbagai ras—malaikat, vampir, elf, naga—bersama dengan kaum lizardmen, kurcaci, dan beastmen, semuanya berkumpul untuk membantu Hiraku membangun desa pertanian yang makmur.

Saat membandingkan dengan anime serupa yang tayang pada tahun 2023, “Campfire Cooking in Another World with My Absurd Skill,” terdapat beberapa kesamaan. Keduanya menampilkan protagonis yang terlahir kembali di dunia fantasi dan gemar memasak, bahkan ada adegan memasak daging naga. Namun, perbedaan utama terletak pada kekuatan protagonis.

Jika Muhkoda dari “Campfire Cooking” adalah karakter yang lemah dengan kemampuan absurd, Hiraku justru digambarkan sebagai sosok OP (overpowered) dengan keterampilan luar biasa berkat alat pertanian magisnya. Ia mampu menggali waduk seorang diri, menjinakkan kawanan lebah, dan membuat entitas kuat tunduk padanya.

Selain itu, Hiraku cenderung tetap berada di desanya yang sedang berkembang, tidak seperti Muhkoda yang berkelana tanpa tujuan. Hal ini membuat “Farming Life in Another World” terasa lebih fokus.

Meskipun demikian, ulasan ini mencatat kelemahan “Farming Life in Another World” dibandingkan dengan “Campfire Cooking.” Hiraku dikelilingi oleh banyak karakter, namun ia tidak berhasil membangun dinamika yang kuat dengan mereka.

Dalam “Campfire Cooking,” interaksi antara Muhkoda dan Fel terasa seperti pasangan tua yang sering bertengkar namun saling menyayangi, terutama saat membahas makanan. Hubungan persahabatan mereka terasa nyata.

Sebaliknya, karakter-karakter di sekitar Hiraku dalam “Farming Life” terasa kurang berkembang dan lebih seperti hiasan semata. Sekumpulan gadis cantik yang menghuni desa tersebut terasa seperti bagian dari latar belakang, dan lingkaran dalam Hiraku hanyalah harem anime yang tidak jelas.

Salah satu karakter yang disukai adalah Lu, sang gadis vampir, namun keunikannya sebagai vampir terasa seperti pilihan standar, dan di luar kecenderungannya menghisap darah, tidak banyak yang menonjol dari karakternya.

Baca juga di sini: Ulasan Anime Iczer Girl Iczelion

Paruh pertama musim pertama “Farming Life” didedikasikan untuk pembangunan dan perluasan desa Hiraku untuk menarik lebih banyak penduduk. Bagian ini menyajikan momen-momen “slice of life” yang menyenangkan saat memperkenalkan para karakter utama dan dunianya.

Meskipun desain seni dan karakter tidak luar biasa, dan terkadang wajah karakter terlihat datar, hal ini tidak menjadi masalah besar. Anime ini tidak membutuhkan animasi yang mewah, dan visualnya sudah cukup memenuhi fungsinya.

Bagi para penikmat kuliner, adegan makanan dalam anime ini tentu saja memanjakan mata. Hiraku yang membuat naan di episode enam menjadi salah satu momen yang menggiurkan.

Memasuki paruh kedua, desa tersebut hampir selesai dibangun, dan Hiraku menjadi walikotanya. Anime ini kemudian lebih fokus pada berbagai peristiwa dan adegan yang tidak terlalu mengembangkan plot, melainkan hanya menjaga alurnya tetap berjalan.

Kerajaan Iblis merasa desa Hiraku mengancam mereka, sehingga mereka merencanakan berbagai skema untuk menggagalkannya, namun semua rencana tersebut selalu gagal. Penduduk desa, meskipun terlihat “moe” dan polos, sebenarnya adalah makhluk tingkat tinggi yang kekuatan dan kegagahannya menginspirasi ketakutan di hati para pria Kerajaan Iblis. Hal ini dimaksudkan untuk menjadi lucu, namun bisa menjadi repetitif bagi sebagian penonton yang mengikuti secara mingguan.

Beruntung, bagi mereka yang menontonnya secara maraton, hal ini terasa lebih mudah dicerna. Momen ketika Lu melahirkan putra Hiraku menjelang akhir musim memberikan sedikit hati pada cerita.

Ulasan juga menyoroti kualitas sulih suara (dub). Versi dub dinilai bagus dan layak ditonton, terutama karena adanya satu lelucon spesifik di episode delapan yang melibatkan percakapan Hiraku tentang wanita dengan seorang kurcaci sambil minum bir. Jawaban kurcaci tersebut digambarkan sebagai sesuatu yang menyenangkan sekaligus absurd, dengan pengiriman dialog yang kering dan sempurna.

“Farming Life in Another World” memang bukanlah tontonan yang spektakuler, namun memang tidak ditujukan untuk menjadi demikian. Anime ini adalah tambahan lain dalam genre “turn your brain off” yang berhasil bekerja dengan baik bagi penikmatnya.

Anime ini ringan, santai, dan cocok untuk ditonton maraton jika Anda memiliki waktu luang.

Secara keseluruhan, anime ini mendapatkan nilai:

  • Keseluruhan (dub): B
  • Keseluruhan (sub): B-
  • Cerita: C+
  • Animasi: B-
  • Seni: B
  • Musik: B

Poin positifnya adalah premis yang menghasilkan tontonan ringan dan menghibur, makanan yang terlihat lezat, serta perkembangan pembangunan komunitas pertanian Hiraku di paruh pertama.

Namun, kekurangannya adalah kurangnya dinamika karakter yang mengesankan, dan paruh kedua anime ini tidak terlalu membangun cerita atau lingkungan seperti paruh pertama.

Baca Juga:

Site Icon
Muhammad Suyou

Muhammad Suyou adalah penulis dan pengulas anime yang telah mengikuti perkembangan industri anime selama lebih dari 8 tahun. Telah menonton ratusan judul dari berbagai genre, dengan fokus pada analisis cerita, karakter, dan pesan yang disampaikan dalam setiap anime. Melalui UlasanAnime.com, ia membagikan review, analisis mendalam, serta rekomendasi anime berdasarkan pengalaman menonton secara langsung, dengan tujuan membantu pembaca menemukan tontonan terbaik sesuai preferensi mereka.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top